Home   News   (Bahasa) AYO HIDUP BERSIH…!

(Bahasa) AYO HIDUP BERSIH…!

AYO HIDUP BERSIH…!

(Kampanye Hasil Konferensi Anak Indonesia 2014)

Oleh: Grace Kristina Victoria (Kls 5 B/ SDK PENABUR Gading Serpong)

Pembacaan Diary

Puji Tuhan, aku terpilih di antara 36 anak dari seluruh Indonesia sebagai delegasi Konferensi Anak Indonesia dari 1.701 naskah yang masuk ke panitia, Majalah Bobo. Bukan karena tulisan bahasa Indonesiaku yang bagus loh…, tetapi hanya karena anugerah Tuhan semata. Aku baru mendapatkan pelajaran bahasa Indonesia dari SDK PENABUR GS, sejak kelas 3 semester 2. Sebelumnya aku bersekolah di sekolah internasional. Bahasa Indonesia hanya kupelajari satu jam saja setiap minggu. Selain itu, kami berbicara dan belajar dalam bahasa Inggris.

Aku mengirimkan karya tulis yang berjudul, kebiasaanku mencuci tangan di keluargaku, pada tanggal 17 September 2014 ke majalah Bobo. Seminggu kemudian, aku mendapatkan telepon dari panitia bahwa aku terpilih menjadi delegasi Konfa 2014 itu. Aku harus mengikuti karantina selama 6 hari, tanggal 26-31 Oktober 2014 di Wisma Makara Universitas Indonesia, Depok. Aku bersama pendamping (mamaku) mengikuti karantina tersebut. Aku sudah bisa mandiri loh, karena di karantina pendamping menginap di wisma Wiladatika Cibubur, terpisah dengan delegasi.

Sejak hari pertama, aku sudah dipisahkan dengan pendamping. Kami semua didampingi oleh kakak- kakak pendamping yang seru sekali dari panitia. Aku sekamar dengan delegasi dari pedalaman Kalimantan Timur, ia perlu 2 hari untuk sampai ke Jakarta melalui 3 kali naik kendaraan dan 2 kali menyeberang pulau dengan speed boat. Sore itu kami berkenalan dan bermain. Setelah mandi dan makan malam, kami kembali membuat slogan TOBI (Toilet bersih), TOIKU (Toiletku). Bila kakak pendamping menyerukan TOBI, kami jawab dengan lantang TOIKU. Atau sebaliknya bila kakak menyerukan TOIKU, kami jawab TOBI. Itu ceritaku hari pertama.

Pagi hari kedua, dimulai dengan sarapan bersama kelompok dan kakak pendamping. Aku anggota kelompok CIA YOU (semangat/berhasil). Sesi pertama kami mendapatkan pembekalan dari Prof F.G. Winarno yang bertema “ Hidup Sehat Bersama Bakteri”. Kamu jangan kaget dulu, walaupun sudah profesor dan umur 77 tahun, beliau sangat lucu dan pintar. Aku mencatat setiap materi yang diberikan prof. Aku sekarang tahu kalau ditanganku ada jutaan bakteri yang terus menerus berkembang biak. Bakteri itu yang membuat kita sakit, misalnya diare, tipus, flu, batuk dan banyak lagi.   Jadi, aku harus selalu mencuci tangan dengan benar dan tepat agar bakteri itu hilang.

Yang lebih menarik, aku tahu sekarang kalau ternyata di tubuh kita ada 3 macam bakteri, yaitu bakteri baik, bakteri jahat dan bakteri oportunis (bakteri pengikut). Nah… kita perlu menjaga agar tidak semua bakteri baik mati, karena tubuh kita memerlukan mereka. Kita juga bisa melihat bakteri yang berada dalam perut kita, melalui sebuah alat yang bernama YIF SCAN (Yakult Intenstinal Flora Scan).

Selanjutnya, pembicara dari World Bank tentang “ Toiletku dan Air Bersih di Sekitarku”. Jika kita semua ingin hidup sehat kita harus mulai membiasakan perilaku sehat, dimulai dari diri kita sendiri. Ada lagi yang tak kalah serunya, setelah itu kami mendapatkan pembekalan dari EcoCaretentang” Toilet yang Higenis dan Semacamnya”. Kami juga diajarkan cara membersihkan closet dengan benar dan tepat agar kami dapat melakukannya di rumahsendiri. Seru sekali ketika kami mencoba membersihkan closet sendiri. Ih…jijik juga sih.

Untuk sesi berikutnya kami melakukan suatu permainan yang bernama “ Kebutuhan Air Bersih dan Persediaan Air yang Terbatas”. Di permainan ini kami berlajar untuk tidak buang air sembarangan. Kami diminta untuk memasukkan feses mainan dan sampah kedalam ember. Ditambah dengan cairan kuning seolah olah air kencing kita. Air dalam ember yang tadinya bersih pun menjadi kotor karena tercemar oleh sampah dan kotoran. Kami juga diingatkan bahwa 70% tubuh kami terdiri dari cairan, karena itu kami membutuhkan air yang bersih bagi kesehatan.

Sesi terakhirmalam itu,kami diajarkan oleh Bupati Bojonegoro, Kang Yoto (Bapak Suyoto) bersama istrinya Bu Yoto. Tema pada sesi itu adalah ODF ( Open Defecation Free ) yang artinya Bebas dari buang air sembarangan. Kami jadi tahu kabupaten di Bojonegoro sering banjir dari sungai Bengawan Solo. Di daerah itu ada program arisan toilet, emas kawin toilet rumah, industri kecil pembuatan closet dan lain-lain.   Mulanya masyarakat menggunakan sungai sebagai toilet umum, sekarang sudah tidak lagi.

Di hari ketiga, kami berkunjung ke tempat Pengolahan Air Limbah , PD PAL Jaya Jakarta. Kami jadi tahu bagaimana mengolah air limbah domestik ( air buangan dari rumah tangga ) menjadi air yang dapat digunakan bagi kehidupan sehari – hari, seperti mandi, mencuci baju, mencuci tangan, dan lain lain.

Kami juga berkunjung dan melakukan toilet party di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta yaitu Grand Indonesia. Disana kami juga melakukan pengamatan toilet, dan wow… Ini adalah toilet idamanku.

Aku senang sekali saat sudah waktunya untuk bertemu dengan Bapak Basuki Tjahaja Purnama ( Pak Ahok ), Gubenur DKI Jakarta. Sebelumnya, kami sempat berkunjung ke Monas ( Monumen NasionaDi Ktr Gubernur DKI Jakartal ). Aku dan delagasi dari Depok ditugaskan mewawancarai seorang turis dari Jerman. Di kantor Pak Ahok, kami menunggu di ruang pertemuan sambil latihan untuk acara tersebut. Kami semua mendapatkan kartu nama pak Ahok dan tangan tangan beliau. Aku senang sekali terpilih menjadi pembawa acara di sana bersama delegasi dari Depok dan Jakarta. Selain itu, aku juga terpilih mewakili delegasi lain untuk mewawancarai Pak Ahok.   Ada wartawan dari Kompas TV. Aduh senangnya aku masuk TV loh…..!!!

Sehari penuh, pada hari keempat kami mempersiapkan point-point deklarasi hasil Konferensi Anak Indonesia 2014 yang akan kami serahkan kepada pemerintah ( diwakili oleh Kementerian Kesehatan RI ). Disela –sela istirahat makan siang, kami mendapatkan pengetahuan tentang pengolahan sampah yang baik dari kakak- kakak Duta Sanitasi ( Nasional dan DKI Jakarta ). Mereka masih pelajar SMA loh…!!!

Pada hari kelima, kami mendeklarasikan hasil Konfa 2014 di gedung Gramedia Kompas Kebon Jeruk Jakarta. Dihadapan perwakilan dari Kementerian Kesehatan, Departemen Pekerjaan Umum, Pengamat Pendidikan, Asosiasi Toilet Indonesia, Direktur Redaksi Bobo, Direktur Kompas Gramedia dan Pendamping ( orangtua kami atau guru pendamping delegasi ). Aku dalam acara ini terpilih menjadi pembaca diary delegasi Konfa 2014 bersama delegasi dari Jakarta. Hasil Konfa 2014 adalah kami siap menjadi agen perubahan “ Aksi Kecil Hidup Bersih”. Acara ditutup dengan foto bersama dan makan siang.

Aku mendapatkan izin dari panitia untuk tidak mengikuti acara selanjutnya, yaitu rekreasi ke Jungle Land dan acara bebas. Walaupun Konfa 2014 sudah berakhir, namun dalam hatiku aku bertekad untuk:

  1. Mengajak mulai dari keluarga, teman sekolah, dan tetangga terdekat untuk menjaga kebersihan dan memelihara fasilitas toilet.
  2. Menjelaskan kepada teman dan keluargaku cara mencuci tangan yang baik dan benar serta mengajak mereka untuk menerapkannya.
  3. Mengajak teman dan keluargaku untuk tidak membuang sampah sembarangan.
  4. Mengajak teman-temanku untuk hemat dan tidak mencemari air bersih.

(sumber: http://bobo.kidnesia.com/Bobo/Info-Bobo/Reportasia/Deklarasi-36-Delegasi-KONFA-2014)

 

Aku ingin di seluruh SDK PENABUR dibentuk pasukan kebersihan sekolah, yang terdiri dari anak-anak sepertiku yang sadar kebersihan dan lingkungan sehat. Aku mengajak semua siswa BPK PENABUR di seluruh Indonesia untuk membiasakan diri hidup bersih sejak masih kecil. Ayo hidup bersih…!(+_+) GKV.

 

Link:

 

 
    Calendar icon February 6, 2015 Category icon News

Share